Filmmemang tak harus melulu berisi penuh tentang motivasi atau pesan moral disepanjang film. Toh kalo mau dipaksakan pesan moral, bahkan Film Fifty Shades of Grey pun ada pesan moralnya. Tapi, ini adalah Hari Pendidikan Nasional. Hari dimana secara ceremonial seluruh Indonesia merayakannya dan Mendiknas sebagai penyelenggaranya. Padamasa Pandemi Covid-19 ini, Hardiknas mengusung tema "Serentak Bergerak, Wujudkan Merdeka Belajar". Adapun cara merayakan Hari Pendidikan Nasional telah disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Oleh Yohanes A. Loni S etiap tanggal 2 Mei merujuk kelahiran Ki Hajar Dewantara, kita memperingati Hari Pendidikan Nasional dan Hari nasional yang ditetapkan melalui Keppres Nomor 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959.. Peringatannya setiap tahun memberikan ruang segenap warga bangsa untuk merefleksikan hakikat ikhtar kolektif mencerdaskan kehidupan manusia. Sementaraitu, Komisioner KPAI Jasra Putra berbicara mengenai tantangan dunia pendidikan Indonesia menghadapi dampak pandemi COVID-19 di Hari Pendidikan Nasional 2021. "Yang menuntut pendidikan berubah dan bertransformasi diri, bahkan cenderung merevolusi diri, karena langsung memutus kebiasaan lama, dan dipaksa masuk dalam dunia digital 2 Lomba Menulis Opini singkat, dengan Tema: Strategi dan upaya untuk penanganan Pandemi COVID-19 Adapun waktu pelaksanaan kompetisi dimulai tanggal 1 April 2020 sampai dengan 25 April 2020 dan akan diumumkan pada Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2020. Informasi mengenai kriteria dan persyaratan kompetisi terlampir. NarasiTimes Jakarta - Dalam menyambut Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei 2022 , KMHDI melaksanakan program KMHDI Mengajar secara nasional di 23 Provinsi. KMHDI Mengajar adalah kegiatan yang bertujuan untuk melakukan pengajaran kepada anak-anak atau pelajar dan/atau masyarakat umum perihal materi umum atau agama sesuai dengan kebutuhan setempat. Sejarah Hari Pendidikan Nasional tak lepas dari sosok dan perjuangan Ki Hadjar Dewantara. Beliau adalah pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia di era kolonialisme. Hari Pendidikan Nasional ( Hardiknas ) adalah hari yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia setiap 2 Mei, untuk memperingati kelahiran dan menghormati jasa Ki Hadjar Dewantara. nfS2O2. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh Salam sejahtera untuk kita semua, Om Swastyastu, Namo Buddhaya, salam kebajikan. Hari ini. Minggu 2 Mei 2021. Segenap bangsa di republik ini kembali memperingati Hari Pendidikan Nasional, hari dimana kita seyogianya bukan hanya sekedar mengenang jasa pahlawan pendidikan dimasa lalu, namun juga menerapkan nilai-nilai perjuangan mereka dalam tekad dan upaya kuat mencabut benih-benih kebodohan yang ditanamkan penjajah pada ladang pemikiran bangsa Indonesia. Kita semua tentunya sependapat bahwasanya sejarah Ki Hadjar Dewantara telah memberikan banyak tauladan akan pentingnya pendidikan bagi kehidupan dan kemajuan bangsa ini. Tak ada hukuman yang lebih menyedihkan dari terpenjara kebodohan. Kebodohan jelas akar atau jurang kemiskinan dan kemaksiatan. Hanya dengan pendidikanlah, bangsa ini dapat terlepas dari beragam belenggu kemaksiatan, salah satunya korupsi dan perilaku koruptif yang telah menggurita direpublik ini. Komisi Pemberantasan Korupsi KPK sudah tentu menilai pendidikan sangat penting karena menjadi urat nadi dan elemen vital dalam upaya membangun karakter serta integritas bangsa, melalui pendidikan yang berkualitas yang menanamkan nilai-nilai antikorupsi didalamnya. Pendidikan menjadi begitu amat penting, mengingat pendidikan sebagai satu upaya mewujudkan tujuan negara mencerdaskan kehidupan bangsa, dengan bangsa yang cerdas maka akan membawa kesejahteraan umum bagi semua anak bangsa. Bahkan jauh lebih dari itu, pendidikan adalah salah satu senjata yang paling ampuh yang bisa kita gunakan untuk mengubah dunia Education is the most powerful weapon which you can use to change the world. Karena itulah, KPK memasukkan pendidikan sebagai salah satu "national interest" dalam road map 2011-2023 dan bukan hanya itu, KPK juga menempatkan pendidikan sebagai strategi pertama dari 3 strategi pemberantasan korupsi lainnya, yang menjadi core bussiness KPK. Dengan menggunakan jejaring pendidikan formal maupun non formal mulai dari Taman Kanak-Kanak hingga Peguruan Tinggi, KPK telah memasukan unsur dan nilai-nilai pendidikan anti korupsi kepada masyarakat, untuk membentuk dan menjaga karakter serta integritas setiap anak bangsa agar lepas, tidak terpengaruh laten korupsi yang telah berurat akar direpublik ini. Tidak dapat dipungkiri, nilai-nilai perjuangan yang diajarkan Ki Hadjar Dewantara bersama pahlawan pendididkan lainnya, semuanya benar. Melalui pendidikan, kita tentu dapat merekuh kehidupan dan masa depan yang lebih baik. Ingat, masa depan bangsa ini tidak ditentukan saat dia terlahir, namun dengan pendidikan serta semangat belajar, berjuang, bekerja keras, Insya Allah masa depan negeri ini akan semakin baik. Selamat Hari Pendidikan Nasional, mari tanamkan selalu nilai-nilai anti korupsi dalam setiap pendidikan di republik ini, agar cita-cita merdeka dari laten korupsi, dapat segera raih dan wujudkan di bumi pertiwi. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Opini Tentang Pendidikan Di IndonesiaAssalamualaikum wr kesempatan kali ini, saya akan menulis seluruh pendapat saya mengenai masalah pendidikan di Indonesia. Menurut saya tentang pendidikan di Indonesia yaitu, masih kurang baik. Karna tidak semua sekolah memenuhi standar pendidikan. Dan masih banyak anak-anak di Indonesia yang belum merasakan pendidikan yang layak dan bahkan putus sekolah. Dan di Indonesiapun ada istilah “suap-menyuap”, “beli nilai” dan bahkan ijasah pun bisa dibeli di Indonesia. Di Indonesia, sangat banyak sekolah yang tidak layak untuk dipakai sebagai tempat belajar atau untuk melaksanakan proses belajar mengajar. Karena tidak adanya bantuan dari pemerintah setempat. Pemerintahan di Indonesia juga kurang memperhatikan sekolah-sekolah dipelosok-pelosok negri yang kita cintai ini. Keadaan sekolah ini sangat memprihatinkan. Dimana banyak anak-anak di Indonesia yang kurang mampu, namun mempunyai semangat belajar yang tinggi. karena masalah ekonomi, yang membuat pendidikan mereka terhambat, sehingga mereka sering terganggu dalam proses belajar mengajarnya karena tempat yang tidak layak dan sangat mengganggu. Seperti misalnya atap yang bocor saat hujan, atau bahkan banjir. Pemerintah kita tidak menyadari keadaan pendidikan di Indonesia yang sangat memprihatinkan ini, sedangkan sangat sering siaran televisi menyiarkan berita tentang pendidikan di Indonesia yang sangat memperihatinkan anggaran pendidikan di Indonesia tidaklah sedikit. Tetapi anggaran ini tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk pendidikan. Banyak anggaran yang disalah gunakan oleh pihak yang berwenang hanya untuk kepentingan pribadi, anggaran pendidikan / uang bantuan sekola di “KORUPSI”, cukup miris pemerintah seolah tutup mata dengan kejadian-kejadian seperti ini. Semua pihak atau kalangan bawah merasa dirugikan karena adanya korupsi. Korupsi sangat mencoreng moral aspek pendidikan. Hal itu terjadi karena kurangnya pendidikan sebagai manusia, pastilah memiliki cita-cita. Dan dari sekolahlah kita memulai untuk belajar agar bisa menggapai cita-cita kita. Kita mulai belajar dan mendapat ilmu dan juga ijasah, surat yang paling dibutuhkan sebagai bekal masa depan kita, khususnya dalam berkarir. Dan lagi-lagi karna uang, orang yang tidak memenuhi pendidikanpun bisa mendapat ijasah hanya dengan “membeli” bahkan dengan nilai yang sempurna. Dan yang sangat tidak adil bagi masyarakat bawah adalah orang yang dengan mudah dan hidup lebih dari cukup yang bisa membeli ijasah beserta nilai-nilainya, bisa mendapat jabatan yang tinggi dengan upah gaji yang memuaskan pula. Tapi bagaimana dengan masyarakat kalangan bawah, yang hanya bermodalkan niat dan pendirian yang kokoh untuk mencapai pendidikan yang tinggi, yang belum terjamin masa depannya, kehidupan karirnya untuk mendapatkan kedudukan selayak usaha dan keahlian yang mereka punya. Semua sangat tidak adil. Masih adakah kesempatan untuk masyarakat kalangan bawah? Sekarang di Indonesia, kebanyakan bukan masalah yang paling utama, yaitu SKILL, namun seberapa besar uang “sogokan” nya. Hal ini bukan rahasia umum lagi pemerintah dan pejabat wewenang mengetahui kejadian ini tetapi lagi-lagi mereka menutup mata. Keadilan di Indonesia sudah mulai pudar orang dapat menghalalkan segala cara untuk bisa hidup dengan saja pemerintahan kita jauh lebih tegas pastilah tidak akan ada yang merasa dirugikan. Kurangnya aspek pendidikan keagamaan, akhlak dan berkehidupan bermasyarakat. Kembali ke masyarakat kalangan bawah, banyak anak-anak di Indonesia yang tidak bersekolah karna tidak memiliki biaya. Mereka menghabiskan hari-hari mereka untuk mencari uang, yang seharusnya dilakukan orangtua mereka. Mereka kebanyakan mencari uang dijalanan, menjadi tukang pengamen jalanan, peminta-minta dan bahkan ada juga yang bekerja sebagai tukang angkut, yang biasanya bebannya sangat berat, pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh orang dewasa. Sangat menyedihkan mengetahui mereka masih anak-anak dibawah umur, yang seharusnya mereka menerima pelajaran disekolah atau bermain dengan teman-temannya. Siapakah yang harus bertanggung jawab atas semua ini? Butakah para pemerintah yang “sudah pasti” pernah melihat kejadian seperti ini. Bagaimana dengan masa depan anak-anak itu? Masa depan bangsa kita? Pandangan Negara lain tentang kejadian ini? Bisakah pemerintah mendirikan pos untuk ana-anak ini mengetahui betapa penting dan berharganya arti pendidikan. Tidak perlu mewah dan megah, tetapi bisa membuat mereka mengerti. Saya yakin ada banyak sekali sukarelawan ataupun pahlawan pendidikan yang senantiasa membantu mereka. Ini semua juga demi masa depan bangsa kita. Tulisan saya ini memang hanya menjelaskan kelemahan pendidikan di Indonesia, namun bukan berarti tidak ada kelebihannya. Tidak sedikit anak atau pelajar Indonesia yang mengharumkan nama pendidikan Indonesia melalui pendidikan, apapun itu bentuknya. Banyak pelajar di Indonesia yang berhasil mengharumkan nama pendidikan di Indonesia, sampai keluar negri. Sayangnya, meski banyak sekali sekolah atau universitas di Indonesia, pelajar di Indonesia lebih banyak memilih melanjutkan pembelajaran diluar negri. KENAPA? Apa karena diluar negri lebih bagus, atau lebih memadai, atau karna gengsi? Sangat disayangkan pelajar di Indonesia lebih memilih sekolah diluar negri. Harapan kita semoga pelajar di Indonesia bisa membawa dampak positif, bukannya tertular dampak negative. Semoga pelajar di Indonesia bisa membawa nama baik dan menjaganya diluar cara memperbaiki system pendidikan di Indonesia? Di harapkan kepada pemerintah, khususnya Dinas Pendidikan terkait untuk bisa lebih membuka matanya, untuk menyadari bahwa masih sangat banyak diluar sana anak-anak Indonesia yang membutuhkan uluran tangan dan hati nurani kita untuk muwujudkan keinginan mereka untuk merasakan pendidikan yang layak, untuk melangkah mencapai impian dan cita-cita yang mereka miliki, dan untuk memajukan generasi kita kedepannya. Bayangkan bagaimana kedepannya, keadaan Negara kita tanpa adanya pelajar-pelajar yang terdidik, yang mempunyai skill yang baik, yang bisa membawa perubahan di Indonesia. Bisakah pemerintah dan kita sebagai warga Negara Indonesia membantu mengurangi jumlah anak-anak jalanan yang kurang pendidikan? Indonesia membutuhkan para pahlawan tanpa tanda jasa, para relawan-relawan yang memiliki hati nurani. Indonesia membutuhkan “PERUBAHAN!” Berilah kesempatan kepada masyarakat kecil. Buatlah mereka merasa “MERDEKA” tanpa adanya penindasan dari masyarakat kalangan atas. Berilah kesempatan pendidikan kepada anak-anak Indonesia yang kurang juga mengajari kita untuk saling membantu. Pendidikan juga mengajari kita tentang kebaikan-kebaikan, tentang keagamaan, tentang pahala dan dosa. Semua ASPEK dalam kehidupan kita, bahkan hal yang terkecilpun telah diajarkan dari satu kata penuh makna dan penting dalam kehidupan kita, “PENDIDIKAN”.Apakah kita bisa tanpa pendidikan? TIDAK! Tidak akan ada rasa belas kasihan, kemanusiaan, bahkan tidak akan ada yang cerdas! Sekarang kita hidup di jaman serba modern yang semakin mempermudah kita mencapai pendidikan yang layak. Seharusnya kita malah harus semakin maju, berkembang pesat dan berpikir lebih cerdas dalam segala hal khususnya Pendidikan, karena apapun yang kita butuhkan, tersedia pada jaman serba modern ini. Namun, kurangnya minat kita, lebih banyak orang yang terlena dari pada memanfaatkan dan mengembangkannya. Dari pendidikan-lah kita belajar memanfaatkan. Jadi diharapkan pendidikan di Indonesia lebih diketatkan dan mengikuti perkembangan dunia sehingga kita tidak ketinggalan dari Negara saya untuk pemerintah dan dinas pendidikan terkait, “AYO!!!” kita perbaiki sistem pendidikan yang seharusnya kita perbaiki. Mulailah membuka mata hati kita untuk menegakan keadilan yang seadil-adilnya bagi masyarakat baik kalangan atas, menengah, maupun bawah. Kita sama-sama memberantas korupsi, kecurangan dalam bekerja lelang jabatan, pembelian nilai atau ijasah, yang akan hanya memperburuk sistem yang ada di Indonesia. “mari kita majukan pendidikan di indonesia dengan aspek dan moral yang baik untuk indonesia yang baik ”“SUKSES PENDIDIKAN MERDEKA INDONESIA”Wassalamualaikum wr wb. Lihat Pendidikan Selengkapnya Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Hari Pendidikan Nasional HARDIKNAS 2021..!Tema"Serentak Bergerak Wujudkan Merdeka Belajar"Setiap tanggal 2 Mei, rakyat Indonesia selalu memperingati hari pendidikan nasional. Kenapa 2 Mei sebagai hari pendidikan nasional? Lalu apa yang harus Kita lakukan dalam memperingatinya?. Mungkin itulah pertanyaan yang terbesit di pikiran Kita ketika mendengar hari pendidikan nasional ini. Tanggal 2 Mei adalah tanggal kelahiran Bapak Pendidikan Nasional, yaitu Ki Hajar Dewantara. Beliau adalah orang yang menentang kebijakan pemrintahan Belanda pada masa penjajahan, dimana pada masa itu hanya golongan atas atau keturunan Belanda saja yang boleh mengenyam pendidikan. Beliau bahkan diasingkan ke Belanda karena tindakannya itu. Hal itu tidak mematahkan semangat beliau untuk memperjuangkan hak rakyat Indonesia untuk memperoleh pendidikan. Begitu kembali ke Indonesia, beliau mendirikan taman siswa sebagai sarana untuk memberikan pendidikan kepada rakyat Indonesia. Sehingga Ki Hajar Dewantara disebut sebagai bapak pendidikan di Indonesia. Untuk memperingati jasa beliau, pemerintah menjadikan tanggal kelahiran beliau sebagai hari pendidikan nasional. Memperingati hari pendidikan nasional, biasanya sekolah-sekolah melaksanakan upacara bendera dan pidato bertemakan pendidikan. Intinya pada hari pendidikan nasional, masyarakat intelektual diminta untuk menyadari posisi mereka. Mereka harus sadar bagaimana Ki Hajar Dewantara memperjuangkan hak tersebut hingga sekarang masyarakat Indonesia bisa memperoleh pendidikan dalam berbagai bukan sekedar sadar, namun menjadikan motivasi bagi diri sendiri. Motivasi seperti ingin melakukan percepatan yang lebih dibandingkan yang lain dengan tujuan menjadi sukses. ilustrasi pribadi Pemerintah pun sudah menyediakan sarana dan prasarana pendidikan yang lengkap, tinggal bagaimana masyarakat intelektual memanfaatkan sarana dan prasarana itu semaksimal mungkin. Namun tidak berarti ketidaklengkapan sarana dan prasarana menjadi penghalang untuk mendapatkan pendidikan. Pernahkah kalian mendengar suatu dalil sejarah yang dapat dijadikan sebagai motivasi dalam dunia pendidikan? Ada suatu dalil sejarah yang sangat penting yang harus selalu diingat oleh rakyat itu berbunyi "Bahwa suatu bangsa akan maju apabila generasi pengganti lebih baik dari pada generasi yang diganti. Apabila sebaliknya yang terjadi, bangsa itu akan surut dan bisa hilang dari peta sejarah. Baik bangsa yang maju maupun bangsa yang surut, keduanya terjadi dalam sejarah bangsa-bangsa." Dari dalil tersebut sangat jelas bahwa peran pendidikan sangat menentukan dalam proses sejarah tersebut. Hal tersebut mengingatkan Kita kembali bahwa tugas dan tanggung jawab untuk menyiapkan generasi pengganti bukanlah hal yang main-main. Karena masa depan bangsa Kita berada di tangan generasi karena itu, Kita harus menyiapkan generasi pengganti yang mengerti dan memahami tujuan utama dari pendidikan itu sendiri. Tujuan utama pendidikan ialah Mampu mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi, agar rakyat Indonesia menjadi manusia yang berkemampuan dan unggul dalam berbagai bidang. Tak hanya itu tujuan lain dari pendidikan ialah Dapat membentuk nilai dan karakter bangsa Indonesia menjadi bangsa yang unggul dan memiliki semangat dan etos kerja, membentuk karakter bangsa yang ulet, yang sanggup menghadapi permasalahan di era millenium ini dan masa mendatang, membangun karakter bangsa yang memiliki kepedulian serta rasa ingin tahu yang tinggi yang pada akhirnya akan melahirkan generasi-generasi yang kreatif dan inovatif, dan yang tak kalah pentingnya ialah menciptakan serta meningkatkan karakter rakyat Indonesia menjadi manusia yang rukun, damai, dan memiliki sikap toleransi agar dapat hidup berdampingan secara harmonis dan seimbang. Selamat Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2021. Lihat Pendidikan Selengkapnya